Tuesday, April 30, 2013

3 Cara Terbaik Agar Terhindar Menjadi Korban Mode


Pernahkah kamu melihat beberapa orang atau mungkin teman dekatmu yang selalu update penampilan namun tetap saja tidak enak untuk dilihat? Ya, biasanya beberapa orang tersebut adalah orang yang telah menjadi korban mode (Fashion victim). Kenapa hal itu bisa terjadi?

Biasanya orang-orang tersebut hanya mementingkan trend, suka dengan hal-hal yang unik dalam fashion elemen, gampang bosan dengan trend yang ada, tapi tidak memperhatikan elemen lainnya. Apa itu elemen lainnya? Ya seperti kecocokan antara bentuk badan, warna kulit, keserasian warna dan lain sebagainya.

Mereka menganggap akan menjadi seorang yang "stylish" ketika mengikuti segala sesuatu yang baru di fashion show London, Milan atau Paris. Membeli segalanya hanya utnuk mengikuti trend dan biasanya berujung akan terlihat aneh.

Mereka juga akan lebih percaya terhadap opini orang lain terhadap apa yang ia kenakan. mudah termakan pendapat atau pembicaraan orang lain.

Sebagai contoh, seorang korban mode akan membeli kemeja yang ketika orang lain atau SPG toko bilang bahwa kemeja tersebut lagi banyak dipasaran. Lagi in, lagi laku, lagi hot dan seterusnya dan seterusnya.

Ketika ia yakin itu adalah hal yang bisa membuat terlihat "lagi hot dipasaran", berapapun uang yang ia keluarkan, tanpa ragu ia akan membelinya tanpa mempedulikan itu cocok atau tidak ditubuhnya.

Perlu diingat bahwa beberapa jenis pakaian atau gaya yang ditampilkan di catwalk, tidak semuanya bisa diaplikasikan di masyarakat umum. Untuk itulah pentingnya memiliki beberapa pakaian klasik pria.

Sangat mudah untuk menentukan mana pria yang terkena korban mode (kormod) atau tidak. Jika dia mengenakan pakaian trend terkini namun sama sekali tidak cocok dan sangat menggangu pemandanganmu, dialah salah satu korbannya.

Para Men's Style Expert di luar sana terus menggencarkan nasehat ini ke seluruh dunia, gunakanlah pakaian yang cocok dengan gaya dan kepribadianmu. Jangan karena merek kesayanganmu mengeluarkan sepatu boots terbaru yang aneh, lantas kamu membelinya dan bersembunyi dibalik ketenaran brand tersebut.

Tidak selamanya brand terkenal memberikan dampak positif terhadap penampilan anda. Jika tidak cocok di badan anda, uang pun akan terbuang percuma.

Lalu bagaimana cara menghindarinya? Berikut ini adalah beberapa cara terbaik agar terhindar menjadi korban mode.


1. Selektif

Kamu harus lebih selektif terhadap beberapa trend yang mungkin akan terjadi. Sebelum membeli beberapa trend yang sedang hot, cobalah dulu. Jangalah menjadi pribadi yang mudah terprovokasi, terpengaruh akan penampilan yang menurut orang itu trendy.

Lebih selektif dalam memilih pakaian akan memberikan manfaat yang cukup banyak. Selain dapat menghemat pengeluaran, kamu juga akan terhindar dari penyakit korban mode ini.


2. Tidak Berlebihan

"Don't overdo it" Berpakaian dengan simple adalah salah satu kunci dalam berpakaian. Dunia fashion pria tidak serumit fashion wanita. Dengan berpakaian secara simpel, kamu tetap terlihat menarik.

Kamu bisa membeli pakaian yang sedang trend saat itu dan cocok dengan tubuhmu. Kemudian memadukannya dengan beberapa pakaian basic yang ada di lemarimu. Hal tersebut tentunua akan lebih menghemat pengeluaran dalam berpakaian.


3. Hindari Terlalu Menjadi Penggila Suatu Merek

Mungkin bagi kamu yang loyal dan setia dengan merek akan sedikit tidak setuju dengan pendapat ini. Tapi ini adalah realita. Tidak semua clothing line atau brand ternama mengeluarkan produk yang tentu akan cocok denganmu.

Kamu boleh setia dan loyal dengan merek kesayanganmu, tapi ketika itu menyangkut tentang keserasian dan kecocokan ditubuh, itu sudah harga mati yang harus kamu pegang. Tidak ada kompromi jika hal tersebut menyangkut keserasian warna, pas dengan badan dan sesuai dengan kepribadianmu.

Seorang Justin Timberlake pun tidak menggunakan merek yang sama dari atas hingga bawah.  Ia merupakan salah satu artis yang panda dalam mix & match jenis pakaian dari merek biasa yang hingga merek yang paling mahal.


source : http://fashionpria.com/

No comments:

Post a Comment